Memilih Itu Bukan Perkara Benar Atau Salah

Jika dunia ini adalah sebuah pilihan. Maka, pilihan apakah yang akan kamu pilih?

Seseorang menginspirasiku membuat post ini. Dalam sekejap ide tentang tulisan ini menguar begitu saja dalam benakku. Bagai air terjun yang mengalir, begitu deras dan kuat. Sama hal nya dengan ide tentang tulisanku kali ini.

Kalian pasti sering mendengar kalimat bahwa hidup ini adalah sebuah pilihan. Kalimat seperti itu banyak sekali bersebaran di dunia maya. Namun tak jarang pula kita masih bingung dengan maksudnya. Pilihan seperti apakah yang dunia ini minta atau pilihan seperti apakah yang harus kita buat ? sebuah lukisan di buat oleh sang pelukis begitu juga dengan pilihan yang di buat oleh kita sendiri. karena pada hakikatnya setiap individu di muka bumi ini pasti memiliki problematika yang berbeda. Otomatis pilihan hidup mereka pun berbeda. Lalu, kapan kita harus memilih ?
Sumber: Pinterest


Saat dunia meminta kita memilih.

Disadari ataupun tidak, terkadang dunia meminta kita untuk memilih. Memilih seperti apa? contoh nya saat dimana kamu harus memilih keluar dari zona nyamanmu atau tetap tinggal dan jadi seorang pecundang?. Di post sebelumnya, aku pernah menyinggung sedikit mengenai ini. kata orang musuh yang paling berat di dunia ini adalah dirimu sendiri. i’ts true and i belive it. Saat kamu bertarung dengan musuh – musuh mu tidak sulit bagimu untuk melihat kelemahan mereka. kenapa ? karena kamu memfokuskan dirimu pada kelemahan mereka. namun saat kamu di suguhi oleh lawan yang tak lain dan tak bukan adalah dirimu. Maka, pada saat itu juga fokus mu akan berubah. Kau tak akan mungkin segampang itu mengakui kelemahan mu sendiri. karena selama ini kau selalu menutupi kelemahan mu dari dunia luar dan berharap dia adalah mimpi buruk bagi mu. Namun, mau sampai kapan kau menutupi nya? Mau sampai kapan kamu tak jujur pada dirimu sendiri? sampai kau tak lagi mengenal dirimu ?. Jujur pada diri sendiri itu terdengar mudah namun sulit karena saat kamu berusaha jujur pada dirimu sendiri maka, kamu sedang berusaha menurunkan ego mu secara tak langsung. Aku yakin kalian pasti pernah bertarung dengan diri kalian sendiri. lalu, memutuskan sesuatu dengan pertimbangan yang matang.

Matang atau tidak pertimbangan itu tergantung dari bagaimana kalian berpikir. Bukan perkara benar atau salah, namun seberapa besar nyali kalian untuk mempertanggung jawabkannya. Karena apa yang telah kalian pilih tak akan bisa lagi terulang. Saat kamu memutuskan memilih sesuatu, saat itu juga kamu memutuskan untuk menanggung segala konsekuensi yang akan kamu dapatkan. Lalu, timbul lagi pertanyaan baru. Sanggupkah? Tanyakan pada diri kalian sendiri, lihatlah kemampuan kalian sendiri. setelah itu baru putuskanlah.

Karena ini adalah hidup mu, maka kamu yang lebih tahu tentang hidupmu ini.

Jangan pernah takut untuk memilih karena hidup ini penuh dengan pilihan – pilihan yang tak terduga. Kau bahkan tak pernah atau tak ingin membuat keputusan seperti itu. Namun pada saat yang telah di tentukan oleh Sang Sutradara yang Sejati. Maka, mau tak mau. Siap tidak siap kamu harus mau dan siap. Aku membuat tulisan ini bukan untuk membuat kalian ketakutan atau pesimis dalam hidup. Melainkan ingin menggambarkan sesuatu dari dua sudut pandang yang berbeda. Agar kalian mampu mempertimbangkan segala sesuatu dari dua sudut pandang yang berbeda. Dua sudut pandang yang kau lihat bukan untuk kau perdebatkan tapi, untuk kau satukan. Bagaikan rangkaian paralel dalam sebuah arus listrik, kau harus membuat rangkaian paralel itu menjadi sebuah rangkaian seri yang saling berhubungan agar kau dapat mencari kuat arus listriknya. Seperti itu juga dengan sudut pandang mu, bagaimana caranya kamu dapat menyatukan dua sudut yang berbeda. Agar kau mendapatkan kesimpulan yang sesuai dengan keinginanmu karena hidup itu sejalan dengan pikiran, Saat kau menjalankan hidupmu, kau juga harus menjalankan pikiranmu. Jangan hanya banyak berpikir tanpa usaha, itu hanya akan membuat kepala mu pusing.

Lalu, jika setelah begitu apakah pemikiran kita di anggap yang paling benar karena kita mampu menilai permasalahan dari sudut pandangan yang berbeda?. Tidak juga.Kenapa? Karena pada sejatinya setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda. Pemikiran yang berbeda ini membuat masing – masing orang memiliki prinsip atau komitmen yang berbeda dengan kita bahkan ketika kita sama – sama melihat satu permasalahan yang sama sekalipun.

Contoh simple nya : ada seorang kakak dan adik, mereka ingin membeli sebuah buku. Setibanya di pasar, si kakak bukannya masuk ke dalam toko buku. Ia malah memasuki sebuah tokoh antik yang menjual barang antik. Melihat hal tersebut sang adik bertanya pada si kakak.

“Kenapa kakak masuk ke tokoh ini? bukan nya kakak mau beli buku, disana tokoh buku.“ Mendengar sang adik bertanya seperti itu si kakak dengan lembut menjelaskan.

“Buku yang kamu inginkan dan buku yang kakak inginkan berada di tempat yang berbeda. Kita tak akan bisa menemukan buku yang kakak inginkan disana.

Si adik mengerutkan keningnya tanda tak mengerti.

“Mengapa? Bukankah kita sama – sama ingin membeli buku ?”

“Ya, kita sama – sama ingin membeli buku namun, kita menginginkan dua jenis buku yang berbeda. Itulah sebabnya kau tak akan dapat menemukan buku ku di tokoh buku itu“

Kira – kira seperti itu jugalah pemikiran setiap orang. Mungkin terdengar sama namun, disatu sisi berbeda.

Jadi intinya, dunia ini penuh dengan pilihan – pilihan yang luar biasa membingungkan. Cara kita menghadapinya adalah mengenal diri kita sendiri, lalu mulai jujur dengan diri kita. Sebelum memutuskan alangkah baiknya kita untuk melihat sebuah permasalahan dari dua sudut pandang yang berbeda. Agar kita mampu membandingkan segala aspek dalam hidup ini. setelah memutuskan, jangan pernah sesekali kalian berpikir bahwa pemikiran kalian itu yang paling benar karena tak ada sesuatu yang “ benar – benar “ benar mengenai pemikiran manusia. Yang maha benar itu hanya Sang Pencipta, kita hanya berusaha sebaik mungkin agar kita selalu menampilkan yang terbaik.

PS: Haloo semuanya..., maaf kalau terkadang tulisan ku membingungkan kalian. aku masih seorang pemula yang mencoba untuk melangkah dengan benar. Itu sebabnya aku membutuhkan banyak masukan yang membangun dari kalian

12 comments

  1. Entah kenapa kata2 mu memotivasiku

    Keep writing :)

    ReplyDelete
  2. Terkadang rangkaian paralel dapat lebih baik daripada rangkaian seri karena untuk mengurangi hambatan yang terjadi.

    Life is choice. Tentukan pilihanmu dan jadilah yang terbaik. Keep writing :D

    ReplyDelete
  3. Aku suka cara menulismu, tolong buat lebih banyak tulisan untuk kedepannya. 😻

    ReplyDelete