[Review Buku] Salvation of a Saint - Keigo Higashino


Nama Penulis : Keigo Higashino
 
Nama Penerjemah : Fahira Ammadea
 
Tahun Terbit : Cet Keempat, November 2021
 
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
 
Jumlah Halaman : 352 halaman
 
Harga Buku : Rp. 99.000 (gramedia.com)
 
Nomor ISBN :978-602-06503-7-1

Rating : 4/5

Keigo Higashino adalah penulis jepang yang terkenal karena novel-novelnya bergenre misteri. Keigo mengawali karirnya dengan menulis novel saat masih bekerja sebagai insinyur. Kesuksesannya sebagai penulis, membuatnya memutuskan untuk berhenti sebagai insinyur, lalu memulai karir sebagai penulis novel.

Cerita dibuka oleh pertengkaran sepasang suami- istri, Mashiba Ayane dan Mashiba Yoshitaka. Pertengkaran bermula dari keinginan Yoshitaka untuk memiliki anak dan membangun keluarga idaman yang ia impikan dari sebuah pernikahan. Namun, gagasan tersebut menjadi ganjalan bagi Ayane. Walau sudah 1 tahun menikah, mereka belum kunjung diberikan momongan. Ayane juga ingin memiliki seorang anak, namun Tuhan berkehendak lain. Ayane justru lebih praktis dalam hal ini. Tapi tidak dengan Yoshitaka. Atas izin Yoshitaka, Ayane pulang ke kampung halamannya untuk merawat Ayahnya yang sakit. Beberapa hari berlalu, Yoshitaka ditemukan meninggal di kediamannya. Hasil forensik menunjukkan ada kandungan racun di dalam kopi Yoshitaka.

Kasus kematian Yoshitaka diselidiki oleh Detektif Kusanagi dan Detektif Utsumi. Dalam proses penyelidikannya Kusanagi dan Utsumi memiliki pandangan yang berbeda. Menurut Utsumi, Kusanagi terlalu berempati pada istri korban dan itu membuat penilaiannya kabur. Karena itu, Utsumi meminta bantuan Profesor Manabu Yukawa. Manabu Yukawa merupakan seorang fisikawan yang dijuluki Detektif Galileo. Walau begitu, Prof Yukawa sempat kebingungan dalam menguak trik yang digunakan pelaku dalam pembunuhan ini. Kejahatan sempurna. Mungkinkah hal tersebut mungkin? 

Istri korban, Mashiba Ayane memiliki motif yang kuat sebagai pelaku pembunuhan. Namun, saat kejadian Ayane berada di kampung halamannya. Ribuan mil jaraknya dari TKP. Lantas bagaimana mungkin Ayane dapat memasukkan racun ke kopi Yashitaka ?

Kelebihan novel ini ada pada pada gaya bahasa dan penyajian bahasa yang digunakan, penggambaran proses penyelidikan kasus yang cukup rumit digambarkan dengan gaya bahasa yang sederhana. Penulis tidak banyak menggunakan majas yang berbelit-belit dalam mendeskripsikan keadaan. Walau begitu, selayaknya novel bertema misteri tetap ada analogi yang menarik. Pengembangan cerita dalam novel ini langsung ke intinya. Sudut pandangan yang digunakan penulis dalam novel ini adalah sudut pandang orang ketiga. Kekurangan novel ini, penulis sudah mengungkapkan siapa pelaku dalam kasus ini di awal cerita.

Novel ini memfokuskan cerita pada proses penyelidikan. Bagaimana polisi dalam menguak metode pembunuhan yang digunakan pelaku, bagaimana polisi melakukan penyelidikan, bagaimana polisi melakukan validitas alibi, bagaimana polisi membangun hipotesis dalam kasus ini, dan sebagainya. Novel ini bukan novel misteri dimana kita mencari pelaku pembunuhannya, novel ini adalah novel misteri dimana kita menguak metode pembunuhan yang dilakukan pelaku. Karena untuk memvonis seseorang sebagai pelaku kejahatan, harus ada bukti pendukung yang disertakan. Sedangkan, dalam cerita ini. Metode pembunuhan yang dilakukan begitu unik dan tidak terduga.

Kesimpulan saya, novel ini cocok bagi kalian yang menyukai novel bertema misteri yang ringan. Novel ini tidak akan sampai membuat kepala ikutan sakit menduga-duga siapa dalang pembunuhan. Tapi, kalian akan diajak berpikir untuk mengungkapkan metode yang digunakan pelaku. Dalam novel ini, mungkin memang itu yang diinginkan Keigo Higashino. Penulis menggunakan gaya bahasa yang sederhana dan penyajian bahasa yang ringan. Secara pribadi, saya menikmati tipe novel seperti ini. 

Berikut cuplikan saya tampilkan cuplikan dalam novel ini yang menggelitik saya :

"Karena diskusi baru bermakna jika berhadapan dengan orang yg memiliki opini berlawanan" - Hal 196



- Terima Kasih Sudah Membaca -



0 comments