Nama Penulis : Tere Liye
Tahun Terbit : Cet. 6, Maret 2023
Penerbit : PT Sabak Grip Nusantara
Jumlah Halaman : 421 halaman
Harga Buku : Rp. 99.000 (gramedia.com)
Nomor ISBN : 978-623-97262-3-2
Rating : 3.5/5
Novel ini menceritakan kisah Linda, seorang gadis SMA 1 Jakarta yang mandiri, riang, jail, namun diam-diam dikagumi oleh teman-teman sekolahnya. Linda tinggal bersama Bunda dan Kakak laki-lakinya bernama Adit, karena masa lalunya, Lin bekerja di studio foto milik om Bagoes selepas pulang sekolah. Lin memiliki teman akrab bernama Jo. Ayah Jo merupakan pemilik rumah film terkenal. Selain Jo, Lin juga kedatangan teman lama bernama Putri dan Nando. Kedatangan Putri dan Nando dalam hidup Lin memberikan warna tersendiri dalam proses pendewasaan Lin. Lin yang pangling, langsung jatuh hati saat kembali melihat Nando yang 180 derajat berubah. Putri dengan segala kemisteriusannya, membangkitkan luka masa lalu yang telah Lin kubur.
Desain cover buku ini pertama kali memikat saya di gramedia Pekanbaru. Saya akui, saya jatuh hati oleh desain buku ini. Desain buku bertema sekolah dengan beberapa ornamen yang menjadi simbol cerita. Sejujurnya, awal melihat desain buku ini saya pikir latar belakang cerita akan berfokus pada kehidupan kampus. Ternyata saya keliru.
Bak kata pepatah zaman doeloe " Dari mata turun ke hari". Begitulah cara saya akhirnya memantapkan hati untuk membeli buku ini.
Dari segi cerita, novel ini memiliki cerita yang cukup rumit, namun dapat dikemas dengan sederhana. Walau sejujurnya saya baru benar-benar dapat menikmati ceritanya di akhir bab, menjelang konflik. Saya akui, kelebihan Tere Liye dalam menyajikan cerita salah satunya dari gaya bahasa yang digunakan, sederhana. Jenis novel yang fokus mangsa pasarnya adalah remaja. Dengan alur maju - mundur dan sudur pandang orang pertama pelaku utama, kita akan dibawa oleh perjalanan Linda dalam berproses, juga mengintip luka lama yang belum usai. Penokohan karakter dalam novel ini dibangun dengan baik. Saya dapat menangkap proses pendewasaan dari karakter utama, dan hal ini menandakan adanya proses aksi-reaksi dari tokoh terhadap alur cerita yang berkembang.
Walau novel ini bagus sebagai novel remaja. Ada beberaa hal dari novel ini yang membuat saya bolak-balik membalikan halaman depan sampul untuk memastikan bahwa novel yang sedang saya baca adalah karya dari salah satu penulis papan atas tanah air, Tere Liye. Saya pribadi tidak membaca semua novel karya beliau, namun beberapa novel beliau sempat menjadi teman saya dikala senggang.
Alur cerita dalam novel ini cendrung lambat, bahkan menurut saya sangat lambat. Bab-bab awal novel berisikan pengenalan karakter. Hal ini, tidak biasa saya temukan di beberapa novel Tere Liye yang sempat saya baca. Selain itu, penyajian cerita pun saya lihat berbeda dari novel-novel Tere Liye yang lain. Saya sempat tidak mengerti. Ini tidak seperti Tere Liye yang saya kenal. Namun, jika memang Tere Liye sedang mencoba menggait mangsa pasar remaja penyuka wattpad. Novel ini cocok. Konflik yang terdapat pada cerita ini seakan-akan memang khusus dihidangkan di akhir cerita. Jadi, cerita baru masuk babak seru di bab-bab akhir novel. Sejujurnya saya punya ekspetasi yg tinggi terhadap novel ini. Namun, novel ini mungkin memang tidak diperuntukan sebagai "senjata" Tere Liye.
Kesimpulan saya, novel ini bagus untuk remaja atau orang-orang penyuka cerita-cerita di wattpad. Penyajian cerita lebih santai dan gaya bahasa yang digunakan sederhana. Dalam novel ini, Tere Liye mungkin ingin menggunakan pendekatan yang berbeda dari novel-novelnya yang lain. Namun, secara pribadi, alur cerita dalam novel ini berkembang cukup lambat.
Berikut saya tampilkan cuplikan dalam novel ini yang menggelitik saya :
" Kalau kalian punya teman sedang sedih, nelangsa, putus asa, percuma saja kalian cuap-cuap mencoba menasehatinya kalau dia masih sibuk dengan perasaannya " - Hal 141
" Orang-orang yg bahagia adalah orang-orang yg bangga dengan proses belajar " - Hal 288
- Terimakasih Sudah Membaca -
#ReviewBuku



0 comments